STIB Banyuwangi Terima 3 SK Program Studi Baru, Wujud Komitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan Islam

Jombang, 25 September 2025 – Sekolah Tinggi Islam Blambangan (STIB) Banyuwangi kembali mencatatkan pencapaian penting dalam upaya pengembangan lembaga pendidikan tinggi Islam di wilayah timur Pulau Jawa. Dalam rangka memperluas bidang keilmuan dan menjawab kebutuhan masyarakat, STIB Banyuwangi sebelumnya telah mengajukan lima program studi baru, yakni S1 Hukum Tata Negara (HTN), S1 Psikologi Islam, S1 Pendidikan Bahasa Arab (PBA), S1 Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), dan S1 Tadris Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).
Dari kelima program studi yang diajukan, pada kesempatan kali ini Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) secara resmi telah menerbitkan tiga Surat Keputusan (SK) izin pendirian program studi baru, yaitu S1 Hukum Tata Negara (HTN), S1 Psikologi Islam, dan S1 Pendidikan Bahasa Arab (PBA). Sementara itu, dua program studi lainnya S1 Tadris IPS dan S1 Tadris IPA masih dalam proses finalisasi dan akan diserahkan pada tahap berikutnya. Pencapaian ini menjadi bukti nyata komitmen STIB Banyuwangi dalam meningkatkan mutu dan memperluas akses pendidikan tinggi Islam yang relevan dengan perkembangan zaman serta kebutuhan masyarakat.
Penyerahan SK dilakukan langsung oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Kemenag RI, Prof. Dr. H. Suyitno, M.Ag, dalam acara resmi penyerahan izin operasional program studi baru bagi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) yang diselenggarakan di Jakarta. Dalam sambutannya, Prof. Suyitno menegaskan bahwa setiap PTKIS harus mampu beradaptasi dengan cepat terhadap dinamika zaman melalui konsep “Updit dan Upgrid” memperbarui sistem dan meningkatkan kualitas secara berkelanjutan. Ia juga mengingatkan bahwa peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) harus dilakukan secara terarah dan sesuai dengan distingsi kebutuhan, agar lulusan PTKIS mampu menjawab tantangan global sekaligus menjaga nilai-nilai keislaman. “Pimpinan PTKIS harus berpikir integratif dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat serta prediktif dan kolaboratif dalam merancang masa depan lembaga. Tidak bisa bekerja sendiri, tetapi harus berlandaskan pada filsafat gotong royong sebagai nilai luhur bangsa,” tegas Prof. Suyitno dalam sambutannya.

Pembina Yayasan Puspa Dunia, Dr. H. Teguh Sumarno, M.M., selaku badan penyelenggara pendidikan Sekolah Tinggi Islam Blambangan (STIB) Banyuwangi, menyampaikan apresiasi yang tinggi dan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. Ia menegaskan bahwa hadirnya tiga program studi baru ini merupakan langkah strategis dan visioner dalam memperluas akses pendidikan tinggi Islam di daerah, sekaligus memberikan kesempatan lebih luas bagi generasi muda untuk menempuh pendidikan yang selaras dengan tuntutan dan kebutuhan perkembangan zaman. “Dengan hadirnya tiga prodi baru ini, STIB berkomitmen menyiapkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter islami, moderat, dan siap bersaing di era global,” ujarnya.
Lebih lanjut, pihak kampus juga berencana memperkuat kolaborasi dengan berbagai lembaga pemerintah, dunia industri, dan organisasi sosial keagamaan untuk mendukung implementasi tridarma perguruan tinggi secara lebih luas dan berdampak nyata bagi masyarakat. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari transformasi STIB Banyuwangi menuju kampus Islam unggul yang berorientasi pada inovasi, kolaborasi, dan pemberdayaan masyarakat, sejalan dengan visi besar Kementerian Agama dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi Islam yang bermutu, berdaya saing, dan berkarakter kebangsaan (WU).